Kolaborasi untuk masa depan siswa
Mendapatkan data potensi siswa untuk pengembangan program unggulan dan pendampingan transisi ke jenjang berikutnya.
Alat bantu objektif dalam memberikan bimbingan pemilihan SMA/SMK dan penelusuran minat.
Memahami gaya belajar dan kebutuhan individual siswa untuk pendekatan pengajaran yang lebih efektif.
Mengetahui potensi anak sejak dini dan mendukung keputusan jalur pendidikan dengan percaya diri.
Mendapatkan pemahaman tentang diri sendiri sebagai bekal merencanakan langkah pendidikan selanjutnya.
Banyak siswa bingung memilih antara SMA atau SMK karena belum memahami potensi diri.
Siswa dan orang tua ragu menentukan jurusan IPA/IPS/Bahasa atau konsentrasi keahlian SMK.
Guru BK kewalahan melakukan pemetaan minat individual untuk ratusan siswa.
Orang tua sering khawatir salah mengarahkan anak karena minimnya data objektif.
Tingkat salah pilih jurusan di SMA/SMK masih tinggi akibat kurangnya persiapan.
Potensi unik siswa sering terabaikan dalam sistem pendidikan klasikal.
Siswa dengan kemampuan di atas rata-rata bisa merasa bosan karena tidak tertantang.
Kesenjangan antara minat siswa dan ekspektasi orang tua dapat memicu konflik.
Tidak semua siswa memiliki kesempatan mengikuti tes psikologi mahal.
Memberikan dasar objektif sebelum siswa menentukan pilihan lanjutan.
Membantu sekolah melakukan pembinaan sejak kelas VIII–IX sebelum keputusan besar diambil.
Menjadi alat komunikasi berbasis data antara sekolah dan orang tua.
Sekolah dapat melihat kecenderungan minat angkatan untuk perencanaan kerja sama SMA/SMK.
Keputusan lebih tenang karena berbasis analisis, bukan asumsi.
Pendekatan analitis yang praktis dan dapat diandalkan untuk institusi pendidikan.
Menggunakan metode yang menggabungkan psikologi dan statistik, tanpa perlu kuesioner panjang.
Proses sederhana, siswa tidak perlu mengisi tes yang melelahkan.
Setiap siswa mendapatkan profil potensi, gaya belajar, dan rekomendasi jalur lanjutan.
Tim Nusa Talenta siap mendampingi interpretasi hasil dan tindak lanjut.
PDF resmi yang menjelaskan profil potensi siswa.
Menemukan bakat dominan dan pendukung.
Cara berpikir dan memproses informasi.
Metode belajar paling efektif (visual, auditori, kinestetik).
Kecenderungan berkomunikasi dan bekerja sama.
Kompetensi alami yang dapat diasah.
Aspek non-akademik yang perlu dilatih.
Bidang studi yang paling sesuai (bukan nilai rapor).
Kegiatan pengembangan diri yang selaras dengan potensi.
Arahan apakah siswa lebih cocok ke SMA atau SMK.
IPA, IPS, Bahasa, atau program keahlian SMK.
Panduan pendampingan berdasarkan hasil analisis.
Dokumen elektronik yang dapat diunduh.
Gambaran kecerdasan dominan (multiple intelligence).
Dapat langsung digunakan dalam layanan bimbingan konseling.
Rekapitulasi anonim untuk membantu rekomendasi ke SMA/SMK.
Materi untuk pertemuan dengan orang tua dalam menentukan arah pendidikan.
Tahapan jelas dari pendataan hingga laporan.
SMP adalah fase pembentukan identitas dan minat awal. Pada masa ini, siswa mulai menunjukkan ketertarikan serta kecenderungan akademik dan non-akademik yang akan menjadi fondasi jenjang berikutnya.
Keputusan memilih jalur SMA atau SMK, serta peminatan di dalamnya, berdampak langsung pada jalur akademik dan peluang karier jangka panjang. Tanpa pemetaan potensi yang memadai, siswa berisiko memilih berdasarkan tren atau tekanan lingkungan, bukan pada kesesuaian diri.
Pendampingan yang tepat di fase ini membantu sekolah dan orang tua memberikan arahan yang selaras dengan potensi siswa, sehingga meminimalkan kesalahan arah di masa depan.
Sekolah mendapatkan rekapitulasi anonim untuk perencanaan program dan evaluasi.
Membantu siswa dan orang tua memilih SMA atau SMK secara objektif.
Laporan dapat menjadi lampiran rapor atau catatan perkembangan siswa.
Tidak perlu melakukan tes manual satu per satu; proses terpusat dan cepat.
Informasi potensi siswa digunakan untuk menyesuaikan metode mengajar dan kegiatan sekolah.
Mengurangi tebak-tebakan dan kecemasan tentang masa depan anak.
Dengan data yang dapat dipercaya, orang tua bisa memberikan arahan yang tepat.
Antara orang tua, siswa, dan sekolah dalam merencanakan masa depan.
Semua pihak memiliki pijakan data yang sama.
Sekolah menghubungi tim Nusa Talenta via formulir atau WhatsApp (setelah submit form).
Kami menyiapkan proposal dan menyesuaikan kebutuhan sekolah (jumlah siswa, jadwal).
Pengumpulan data siswa, proses analisis oleh tim, dan penyusunan laporan.
Laporan individu dan rekapitulasi sekolah diserahkan, disertai diskusi hasil dengan guru BK.
Program pemetaan potensi untuk siswa SMP dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah Anda. Tim kami siap mendiskusikan teknis pelaksanaan, biaya, dan jadwal.
Ajukan Kerja Sama Sekolah → Atau Chat via WhatsAppUntuk orang tua wali murid, program ini dapat direkomendasikan kepada pihak sekolah.
"Program ini sangat membantu kami dalam memberikan bimbingan pilihan SMA/SMK yang lebih terarah. Guru BK sekarang memiliki data objektif untuk diskusi dengan siswa dan orang tua."
*Testimoni ilustratif berdasarkan pengalaman mitra.
Ya. Data hanya digunakan untuk kepentingan analisis dan tidak disebarluaskan. Setelah laporan selesai, data dihapus.
Proses analisis membutuhkan waktu 1-3 hari kerja setelah data lengkap, tergantung jumlah siswa.
Tentu, kami dapat menyesuaikan jumlah siswa, jadwal, dan output laporan. Silakan diskusikan dengan tim kami.
Silakan isi formulir di bawah ini, tim kami akan segera menghubungi Anda.
Kami menyediakan sesi pendampingan singkat untuk membantu interpretasi hasil dan tindak lanjut.
Mari diskusikan kebutuhan sekolah Anda bersama tim Nusa Talenta.
Untuk orang tua wali murid, program ini dapat direkomendasikan kepada pihak sekolah.
Apakah Anda Guru BK, Kepala Sekolah, atau Pengelola Yayasan?
Nusa Talenta School Edition dirancang sebagai alat bantu pemetaan potensi siswa SMP untuk persiapan melanjutkan ke SMA/SMK. Kami membuka kerja sama dengan institusi pendidikan di seluruh Indonesia.
Ajukan Kerja Sama SekolahRespon dalam 1×24 jam
Form ini digunakan sebagai pengantar awal untuk kerja sama Program Nusa Talenta School Edition Level SMP. Tim kami akan menghubungi pihak sekolah untuk diskusi lanjutan.